Profil MTI Tarusan

 MTI Tarusan didirikan oleh Buya Arifin Djamil Tuanku Solok. Ia merupakan salah seorang dari sekian banyak murid Syekh Sulaiman Arrasuli (Inyiak Canduang) yang sudah menuntut ilmu selama lebih kurang 20 tahun kepada Inyiak Canduang.


Menurut keterangan Buya Sisfar Arifin (anak Buya Tuanku Solok), Buya Arifin Djamil Tuanku Solok adalah salah seorang murid kesayangan Syekh Sulaiman Arrasuli di Canduang, di samping pintar Buya Arifin Djamil juga merupakan seorang Qori, karenanya Arifin Djamil Tuangku Solok sering dibawa oleh Inyiak Canduang dalam berbagai perkumpulan-perkumpulan.


Saat Inyiak Canduang sudah merasa bahwa Arifin Djamil sudah mampu untuk mengaplikasikan ilmunya, (lebih kurang 20 tahun menjadi murid Inyiak Canduang). Buya Arifin Djamil Tuanku solok disuruh pulang ke kampung halaman di jorong Halalang Kenagarian Kamang Mudiak, untuk mendirikan sekolah di Tarusan Kamang. Namun sesampainya di kampung halaman, Buya Arifin tidak langsung mendirikan sekolah, beliau diutus ke Pesisir Selatan untuk mengajar di sana sekaligus sebagai Pelopor PERTI. Karena beliau juga pintar berpidato, tak heran banyak orang yang hendak membawa beliau.

Sementara selama beliau di Pesisir Selatan, masyarakat yang terdiri dari empat kampuang ini ( Halalang, Babukik, Babansa, dan Padang Kunyik) sangat menyadari pentingnya ilmu pengetahuan agama, sedangkan di kampung halaman sendiri tidak satupun Madrasah Agama. Bahkan mengaji al-Quran saja orang Tarusan harus pergi ke Batu Hampar Payakumbuh dan Baso.


Akhirnya masyarakat di 4 Kampuang ini berkumpul dan bermusyawarah sehingga didapatkan sebuah kesepakatan untuk mendirikan Madrasah. Terkait persoalan guru dan pimpinan diserahkan kepada Buya Arifin Djamil Tuanku Solok (Saat itu beliau masih berada di Pesisir Selatan).


Setelah 2 tahun Buya Arifin Djamil mengajar di Pesisir Selatan, Buya Arifin Djamil pulang ke kampung halaman tepatnya bulan Puasa. Beberapa hari beliau di rumah, datanglah beberapa orang Niniak Mamak, diantaranya: Datuak Kiraiang dari kampung Babukik, Datuak Sati dan Datuak Tumbuah Amat dari Halalang, Datuak Baso, Datuak Panduko Sati dari Bansa dan Datuak Indo Marajo dari Padang Kunyik.

Kedatangan para Niniak Mamak (Datuak dari 4 kampuang) bermaksud untuk menyampaikan keputusan rapat kepada Arifin Djamil Tuanku Solok. Apa yang disampaikan oleh para Niniak Mamak ternyata selaras dengan tujuan kepulangan beliau yaitu untuk mendirikan madrasah. Sehingga pertemuan itu sangatlah berkesan sekali. Di dalam pertemuan itu juga ditetapkan hari untuk mengadakan rapat bersama dengan masyarakat Tarusan.

sekian profil MTI Tarusan dari saya atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, salam media assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil PPTI At taqwa

profil MTI Kapau

profil ponpes MUS Canduang